Cegah Kemahalan Barang, Bos Aneka Teknik Minta Pemda Dan UPP Syahbandar KKT Benahi Lalu Lintas Dan Labuh Tambat Kapal Laut

IMG 20231205 WA0052 1

Saumlaki- sorotperkara-news.com-Dilema dan kesulitan yang dihadapi bertahun-tahun oleh sejumlah pengusaha di kota Saumlaki, akhirnya pemilik Toko Aneka Teknik, Lukas Thio (54 tahun) pengusaha ternama di kota ini yang akrab disapa Alunce, kepada media ini, menjelaskan, titik permasalahan pemicu terjadi kemahalan harga barang selama ini. Senin(04/12)siang.

Hal ihwal kemahalan barang terjadi akibat Ketimpangan pengaturan labuh tambat dan lalu-lintas kapal di dermaga yang lebih prioritas kapal Pelni dan kapal kontener bahkan telah menguasai Dermaga, sehingga tidak ada lagi tempat untuk dermaga umum, namun demikian Alunce tidak bermaksud salahkan siapa-siapa, sempat sudah mengeluh kemana-mana namun aturan tetap prioritas kapal perintis dan pelni.

Lanjut Alunce, bahwa yang terjadi selama ini, kapal Perintis dan Pelni di waktu tertentu bisa labuh tambat dermaga berhari-hari tanpa ada aktivitas bongkar muat dan embarkasi, sementara kapal Cargo yang datang bisa berbulan-bulan labuh jangkar, tidak bisa bongkar muat dengan baik.

Kondisi inilah yang dapat mengakibatkan high Cost Operasional Kapal termasuk biaya sewa kapal, makan serta gaji ABK Kapal. Kemudian dari itu Alunce berusaha mencari alternatif dermaga lain agar barang terdistribusi dengan cepat dan tepat, salah satu alternatif yakni bekerjasama dengan Dermaga Lanal Saumlaki dan Dermaga PPI Ukularan bila telah memungkinkan. jelasnya.

“ Pengusaha sudah sulit, tapi tidak bisa teriak kemana lagi, ada perasaan kita mitra, bicara baik-baik tapi saat ini sudah tidak bisa, kondisi membuat banyak kapal cargo tidak masuk lagi, tinggal 2 pengusaha saja, lama kelamaan tidak mungkin masuk lagi”.kata Alunce.

Ketika diminta media ini jelaskan apakah tidak menyalahi aturan kebijakan mencari dermaga alternatif bongkar muat, Alunce menyatakan itu sah sah saja karena ini adalah permintaan Alunce yang disetujui Pihak Syahbandar dan merasa pelabuhan apapun boleh saja, sepanjang itu kepentingan masyarakat, kecuali barang2 tertentu. Imbuhnya.

Pihak Syahbandar Saumlaki yang dihubungi media ini mengakui aturan lalu lintas dan labuh tambat sudah sesuai prosedur peruntukkannya, bahwa status dermaga Saumlaki adalah dermaga Perintis dan Pelni namun pada prinsipnya tidak bermaksud mempersulit siapapun dan berjanji akan disampaikan kepada Pimpinan Syahbandar Saumlaki yang masih di luar daerah.

Mengakhiri perjumpaanya dengan media ini, Alunce berharap semua pihak bisa melihat ini sehingga kondisi urgency seperti ini bisa dikendalikan, kepedulian kita semua melihat daerah ini lebih baik dari hari ke hari. Tutupnya.

(SB.SP)

About Author

Optimized by Optimole