Diduga Buruknya Penanganan Puskesmas Pamarican Mengakibatkan Janin Meninggal

Sp, News – Ciamis, seorang ibu yang bernama Atikah warga Dusun Legok Menol RT 06 RW 20 Desa Sidamulih kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis jawa barat (Jabar) yang akan hendak melahirkan diduga mendapat pelayanan yang kurang profesional dari pihak Puskesmas Pamarican.

Kronologisnya, pada hari Minggu 7/1/2024 sekitar pukul 01.00 WIB Atikah yang tengah hamil tua bersama suaminya Sutrisno yang didampingi Arsih seorang dukun beranak dengan menggunakan kendaraan bak terbuka datang ke Puskesmas Pamarican dengan maksud hendak melakukan Persalinan.

Namun sesampainya di Puskesmas Pamarican, Atikah yang akan melahirkan bukannya langsung diberikan penanganan pertolongan, malah langsung diarahkan dan dirujuk untuk ke RSUD Kota Banjar

Hal tersebut diutarakan Sutrisno sa’at dihubungi awak media melalui telpon seluler .

“Saya sangat kecewa atas pelayanan dari Puskesmas Pamarican sehingga karna kurang tanggapnya pihak puskesmas menyebabkan janin yang di kandung istri saya meninggal dunia.”jelasnya

Menurut Sutrisno, pihak Puskesmas Pamarican tidak memberikan pertolongan pertama terlebih dahulu kepada istrinya, malah disuruh untuk langsung ke RSUD Kota Banjar tanpa ada pengawalan perawat dan juga menggunakan ambulance milik Puskesmas, Padahal menurutnya saat itu di Puskesmas Pamarican terdapat dua unit ambulan yang terparkir.

Selanjutnya Sutrisno bersama istrinya langsung berangkat menuju RSUD Kota Banjar dengan menggunakan kendaraan bak terbuka yang sebelumnya digunakan untuk menuju Puskesmas Pamarican, namun sayang janin yang ada dalam kandung Atikah tidak bisa terselamatkan saat hendak dibawa ke RSUD Kota Banjar.

Atas kejadian yang menimpa dirinya, selain rasa kecewa Sutrisno pun meminta agar masalah pelayanan kesehatan serta menyelamatkan jiwa janganlah membedakan antara si miskin dan si kaya, yang punya BPJS atau yang mandiri janganlah dibedakan bedakan, keselamatan jiwa seharusnya yang diutamakan.

“Saya sangat kecewa berat atas kejadian ini yang semestinya pihak puskesmas memberikan pelayanan dengan baik dengan tidak membedakan yang memakai bpjs atau pun dengan uang cash.”

Sementara itu ketika hari selasa awak media berupaya untuk mengunjungi kepala puskesmas salah satu stap terkesan menutupi.

“Pa kepalanya sedang tidak ada sedang dinas luar”ujar salah satu stap

Tidak sampai di situ awak media langsung menghubungi Acep J Heryanto kabid (kepala bidang) pelayanan dinas kesehatan kabupaten Ciamis melalui panggilan seluler rabu 10/1/2024.

Acep menyampaikan bahwa permasalahan ini sudah dilakukan pembinaan terhadap pihak puskesmas oleh kepala dinas langsung.

“Sudah dilakukan tindakan pembinaan dan di panggil pa kapusnya langsung oleh pa kepala dinas dan mungkin akan dilakukan langkah selanjutnya bilamana masih terjadi hal demikian dan setau saya sudah di temui keluarga korbanya oleh pa kapus untuk melakukan permohonan maaf.”ungkapnya.

(Jurnalis.andri zipo/ R, sp)

About Author