Gelar Press Release, Polres Kepulauan Tanimbar Ungkap 13 Kasus Kriminal

Sp.news.com-Polda Maluku, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP UMAR WIJAYA, S.I.K., pimpin Press Release pengungkapan 13 kasus kriminal, bertempat di Ruang Sat Reskrim Mapolres Kepulauan Tanimbar, Rabu (31/01/24).

Saat Press Release berlangsung, Kapolres didampingi oleh Wakapolres Kepulauan Tanimbar Kompol FRIHAMDENI, S.H., S.I.K., M.A., Kasat Reskrim AKP HANDRY DWI AZHARI, S.T.K.,S.I.K., Kasi Humas Iptu O. BATLYERI, Personel PPA, Personel Propam dan dihadiri oleh para Awak Media Kabupaten kepulauan Tanimbar.

Pada kesempatan itu, Kapolres mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan Press Release ini adalah dalam rangka untuk menyampaikan hasil pengungkapan kasus yang dilakukan oleh jajaran Sat Reskrim Polres kepulauan Tanimbar, termasuk juga Polsek jajaran, namun penanganannya dilimpahkan ke Polres karena memang banyak kasus yang ditangani berkaitan dengan kasus perlindungan Perempuan dan Anak.

“Awalnya ada pengungkapan 14 kasus yang yang kita rilis di hari ini, diantaranya 12 kasus kaitan dengan perlindungan Perempuan dan Anak serta ada indikasi TPPO dan 2 kasus lainnya adalah merupakan tindak pidana umum” ungkapnya.

Tentunya dari 12 kasus tersebut dengan tindak pidana yang melibatkan perempuan dan anak ini, salah satunya kemarin sudah dilakukan tahap kedua dan telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum. Sehingga pada kesempatan hari ini hanya terkait dengan 11 kasus yang melibatkan Perempuan dan anak termasuk didalamnya ada TPPO dan ditambah 1 kasus Curanmor dan 1 lagi kasus judi togel online. Sebagaimana yang nampak ada 13 tersangka di depan.

“yang sangat memprihatinkan kita adalah kasus yang korbannya melibatkan Anak. Sepengetahuan saya adalah di Tanimbar ini, Perempuan adalah seseorang yang sangat sakral dan sangat dihargai, namun justru Kasus yang melibatkan Perempuan dan Anak sangat dominan” ujar Kapolres.

Menurutnya, mungkin hanya ini yang bisa diungkap dan dilaporkan, namun masih banyak peristiwa-peristiwa lain yang mungkin belum dan bahkan tidak dilaporkan, mengingat terkait dengan adat istiadat yang masih bisa mungkin diselesaikan secara kekeluargaan. Namun mengacu pada aturan kaitan dengan korban yang melibatkan Anak, tidak ada toleransinya dan tetap harus menjalani proses hukum.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar AKP HANDRY DWI AZHARI, S.T.K.,S.I.K., membeberkan bahwa sebanyak 13 perkara yang kan diungkapkan pada Bulan Januari, yang sampai dengan saat ini masih dalam tahap sidik. Namun ada beberapa yang memang kasusnya menjadi atensi publik bahkan menjadi atensi dari Presiden terkait dengan tindak pidana Perdagangan Orang yang melibatkan Anak dibawah umur.

“Pada kesempatan ini juga, kami Sat Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar turut menghadirkan para Tersangka berikut barang bukti tindak pidana yang telah diamankan” tutur Kasat.

Kasat Reskrim menjelaskan bahwa pada tanggal 11 Januari 2024, unit PPA bersama Opsnal melakukan kegiatan penyelidikan terkait dengan adanya dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Namun kemudian hal ini diluar ekspektasi kami, ternyata dari 12 korban yang diperjualbelikan di dalamnya ada beberapa adalah Anak yang masih dibawah umur.

“Terkait hal ini, kami msh dalam pengembangan, tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain yang juga statusnya masih dibawah umur” ungkap Kasat.

Sementara itu, Kasat Reskrim mengungkapkan bahwa Pelaku yang berkaitan dengan TPPO ini berinisial EK dan masih dalam proses Sidik. Sedangkan kasus kedua berkaitan dengan setubuh anak dibawah umur yang mana tersangka LS mengancam korban dan akhirnya melakukan perbuatan bejatnya.

Yang ketiga inisial AM, modusnya mengajak korban anak di kamarnya dibujuk untuk bersetubuh dengan menjanjikan uang. Yang keempat, inisial MR modusnya juga sama korban dirayu dengan menjanjikan uang. Sedangkan yang kelima, dilakukan secara paksa, diperkosa secara bergantian anak dibawah umur, namun 2 tersangka masih DPO dan 1 tersangka telah berhasil diamankan yang berinisial BJ.

Yang keenam, terkait dengan setubuh anak juga inisialnya PL yang merupakan Ayah tiri dan modusnya merayu dan mengancam untuk bersetubuh. Yang ketujuh terkait KDRT, pelakunya inisial NS melakukan Kekerasan terhadap istrinya. Kedelapan juga terkait dengan setubuh Anak, Modusnya tersangka AM berpacaran dengan korban yang merupakan anak dibawah umur, dirayu, dipaksa dan akhirnya korban disetubuhi di kamar kost milik tersangka.

Kesembilan, kasus setubuh anak juga yang dilakukan oleh JM, masih memiliki hubungan keluarga yang merupakan pamannya, dengan Modus berpura-pura motornya mogok dan rusak saat dibawa ke kebun dan selanjutnya setubuhi korban. Kesepuluh, pelakunya NB terkait kasus setubuh Anak juga, dengan modus dibujuk rayu dan kesebelas tersangkanya LS, melakukan setubuh anak, modusnya merayu dan membujuk.

Selanjunya kedua belas kasus Curanmor yang kerugiannya adalah 1 unit Sepeda Motor merk Yamah Mio M3 warna hitam, dengan nomor Polisi B3917JE, pelakukanya adalah orang dekat yang memanfaatkan kedekatan itu dan mengambil kesempatan disaat korbannya lengah dan selanjutnya sepeda motor tersebut dicuri.

Yang ketiga belas, tersangka dengan Inisial MF terkait judi online, dia menjual togel dengan cara menulis atau dipasang kembali, kemudian dipasangkan pada sebuah situs online, Uangnya disetor dan setelah itu nomornya direkap di akun judi online tersebut.

About Author