Jurnalis dibunuh Dewan Pers Tunduh Ironis Apakah Nyawa Jurnalis Hanya Sebatas UKW Dimata Dewan Pers.

IMG 20240510 WA0020 1

Sorotperkara.news.com-Kabupaten Bandung || Beberapa hari lalu, dunia kejurnalistikan berduka. Seorang jurnalis yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Oline Indonesia DPD Empat Lawang, Palembang mengalami nasib tragis, ia tewas dibunuh oleh orang yang tak dikenal pada kamis 9/05/24 sekitar pukul 17:00 WIB.

Terlepas dari apa yang ia lakukan pada saat itu sehingga (informasinya) terjadi perkelahian yang sampai merenggut nyawanya, namun jika yang menjadi taruhannya adalah nyawa manusia maka ini sudah lain hal, apalagi yang bersangkutan merupakan seorang insan pers, Kami pun juga merasakan sakit, karena Jurnalis itu satu tubuh.

Ironisnya, kejadian yang viral tersebut tak sedikitpun menarik perhatian Dewan Pers. Padahal yang terbunuh adalah seseorang yang berstatus sebagai Jurnalis” yangmana notabenenya (seharusnya) merupakan “anak” dari Dewan Pers yang mestinya dilindungi oleh “ibunya”. Tapi akan beda cerita jika jurnalis yang terbunuh merupakan “anak halalnya” Dewan Pers, tentunya “sang Ibu” langsung mengambil sikap dan mengutuk keras tindakan itu.

“Kami para jurnalis yang juga tergabung dalam Organisasi IWO-Indonesia tentunya sangat merasa berduka atas kejadian tersebut, sebagaimana yang diutarakan oleh Ketua Umum IWO-Indonesia, H. NR Icang Rahardian, SH yang menyampaikan duka yang mendalam serta bela sungkawanya pada channel youtube dan diberbagai media dibawah naungannya atas kematian anggotanya tersebut. Bahkan Babah Icang (sapaan akrabnya -red) mengutuk keras kejadian itu dan berjanji akan mengusut kasus ini hingga tuntas. Kami atas nama SELURUH Jurnalis yang berada di IWO-INDONESIA MENDESAK PIHAK KEPOLISIAN Polres Lahat untuk SEGERA menemukan dan memproses para pelaku dengan hukuman setimpal.

“Lalu, bagaimana dengan peran Dewan Pers disini? Jurnalis terbunuh Dewan Pers seakan-akan tunduh (ngantuk) dan menutup mata? Hmm.. Atau, nyawa dan keselamatan seorang jurnalis hanya sebatas legalitas UKW saja? dengan kata lain, Dewan Pers akan mengambil sikap untuk melindungi jurnalis yang hanya sudah UKW di Dewan Pers saja agar diakui status kejurnalistikannya?? Miris!

Wahai Tuan dan Nyonya yang duduk nyaman dibangku depan dinding yang BERLOGO Dewan Pers, buka mata kalian, rekan kami Jurnalis IWO-INDONESIA terbunuh, dimana peran kalian sebagai pemegang tampuk kekuasaan dunia kejurnalistikan???

“Segera ambil sikap jika Dewan Pers tak mau dinilai sebagai “pecundang”.

Narasi oleh :

Rendy Rahmantha Yusri, A. Md
[Pemimpin Redaksi Lensafakta.com – Lensa Grup & Wakil Ketua IWO-INDONESIA DPD Kabupaten Bandung]

About Author

Optimized by Optimole