Orang tua murid SD Naskat Sth Theresia Alusi tamrian meminta kepala sekolah Johanis Bosko sunlety pertangungg jawabkan dana PIP Tahun anggaran 2022

WhatsApp Image 2023 03 28 at 20.47.02

Sp-News_Saumlaki – Bantuan kusus siswa SD Naskat Sth Theresia Alusi tamrian kecamatan Kormomolin kabupaten kepulauan Tanimbar provinsi Maluku, meminta kepala sekolah johanis Bosco sunlety harus pertanggung jawabankan bantuan kusus ( program Indonesia pintar ) PIP untuk murid tahun anggaran 2022. 28/03/2023

Salah satu orang tua murid yang tidak ingin namanya disebut menjelaskan saat di wawancara dirinya di salah satu rumah makan yang terletak di seputaran kabupaten kepulauan Tanimbar kecamatan Tanimbar selatan provinsi Maluku Senin 27/03/2023, dirinya menjelaskan bahwa kurang lebih satu tahun kepala sekolah johanis Bosco sunlety tak pernah pertanggung jawabkan keberadaan bantuan tersebut, hingga akir bulan ini ungkapnya.

dalam satu tahun kalau tidak salah, kurang lebih tiga sampai empat kali bantuan kusus siswa program Indonesia pintar itu di cairkan per triwulan, namun bayangkan saja selama satu tahun lebih kami para orang tua hanya mendengar nama ada bantuan dana PIP. Namun pada akhirnya tak ada bukti fisiknya untuk kami para orang tua murid atau para siswa kami, tuturnya.

Kami para orang tua murid SD Naskat Sth Theresia Alusi tamrian setiap kali hanya mengurus perlengkapan atau persyaratan siswa serta anak anak kami seperti Kartu keluarga tuan Kartu tanda penduduk dan lainnya. Hal ini cuma menjadi hiburan untuk kami para orang tua murid.

Anenya bawah bantuan program Indonesia pintar ini salah satunya adalah diperuntuhkan untuk siswa pada umumnya berasal dari orang tua murid yang berpendapat rendah alias miskin, namun fakta di desa kami khususnya desa Alusi tamrian orang tua murid yang di kategori sebagai ASN biasa anaknya mendapatkan program Indonesia pintar ini, menurut saya hal ini sudah melanggar aturan yang dituangkan dalam aturan poin ke 10 PIP


” Peserta didik siapa saja yang berhak menerima bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP)? Pertanyaan seperti itu sering ditujukan ke Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), dan juga sering muncul di media sosial.

Sofiana Nurjanah, Koordinator Pokja PIP di Puslapdik menjawab pertanyaan tersebut pada Webinar Sosialisasi Program Indonesia Pintar Dikdasmen 2021, beberapa waktu lalu.

Menurut Sofiana, segala hal ihwal PIP sudah tercantum di Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 10 Tahun 2020 yang lantas petunjuk pelaksanaannya ditegaskan melalui Peraturan Sekretaris Jenderal Kemdikbud Nomor 7 Tahun 2021.

Dijelaskannya, ada dua kategori peserta didik yang berhak menerima PIP, yakni, pertama,siswa yang berasal dari keluarga yang tercatat di DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial.

Di DTKS itu ada 10 kategori atau desil dan yang berhak menerima PIP adalah pada desil 1-4,yakni sangat miskin, miskin, hampir miskin dan rentan miskin, “kata Sofiana.

Kategori kedua adalah masyarakat miskin/rentan miskin namun karena berbagai hal tidak tercatat di DTKS, dan lantas diusulkan oleh dinas pendidikan atau pemangku kepentingan, seperti DPR atau Lembaga lainnya.

dan ada satu hal yang menjadi perhatian serius untuk yang terhormat kepala dinas pendidikan kabupaten kepulauan Tanimbar agar tolong perhatikan ijaza anak anak kami yang mana mereka sampa saat ini sudah duduk di bangku pendidikan SMP namun belum mendapatkan ijazah SD sampai hari ini padahal anak anak kami Sudah di bangku SMP kelas III namun anenya ada apa ijaza SD mereka belum mendapatkan sampai saat ini tolong di perhatikan hal ini dengan serius tutupnya”

(Semy Batlolone)

About Author

Optimized by Optimole