Pejabat Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Melakukan Percepatan Penurunan Stating Pada Balita Di Tanimbar.

Sejalan dengan program prioritas nasional sebagaimana termaktub dalam RPJMN 2020-2024 adalah percepatan penurunan stunting pada balita, maka Penjabat Bupati Kepulauan Tanimbar Piterson Rangkoratat telah mengimplementasikan hal tersebut dalam salah satu dari lima program prioritas kerja.

Hal tersebut kemudian diwujudkan melalui program dan kegiatan yang tersebar pada beberapa organisasi perangkat daerah yang bertujuan mengendalikan laju pertumbuhan stunting di Tanimbar yang cukup tinggi sehingga mewujudkan turunnya prevalensi stunting nasional hingga 14%.

Dalam arahannya sebelum menyerahkan bantuan tersebut, Piterson Rangkoratat menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan program tersebut diantaranya Tanimbar merupakan kabupaten dengan tingkat prevalensi cukup tinggi di Maluku dan kecamatan Tanimbar Utara merupakan salah satunya.

“Data yang ada pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar menunjukkan bahwa Tanimbar Utara termasuk salah satu Kecamatan yang memberikan kontribusi terbesar untuk bayi balita stunting setelah Kecamatan Tanimbar Selatan,” sebut Pj Bupati Tanimbar Piterson Rangkoratat di Gedung Temar Lolan, Kecamatan Tanimbar Utara, Larat, Selasa (30/1/2024).

Menurutnya, kondisi ini benar-benar mengingatkan kepada kita bahwa tanggung jawab untuk menjaga kesehatan bayi balita stunting di lingkungan keluarga masing-masing menjadi sangat penting, karena peran yang kita lakukan secara terfokus untuk menjaga, membimbing dan merawat anak-anak yang dianugerahi Tuhan dalam kehidupan keluarga.

Rangkoratat mengingatkan bahwa selain disebabkan oleh aspek kesehatan tapi juga dari aspek non kesehatan, sering juga menimbulkan atau memicu terjadinya kondisi kesehatan yang kurang baik di lingkungan keluarga masing-masing.

“Misalnya sanitasi kita atau lingkungan kita yang tidak terjaga dan terawat dengan baik, kemudian air bersih yang kita konsumsi sering dianggap sepele tetapi itu juga sering memicu banyak persoalan yang terkait dengan kesehatan,” ujarnya

Mengakhiri arahan Rangkoratat berharap bantuan paket makanan tambahan yang diberikan kepada bayi balita stunting itu benar-benar dimanfaatkan dengan baik.

“dimanfaatkan dengan baik artinya kalau itu diperlukan untuk bayi balita stunting maka diberikan kepada bayi balita secara teratur sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan kepada kita terutama ibu-ibu, karena ada kejadian di lapangan bantuan yang diberikan kepada bayi balita stunting ternyata tidak saja dikonsumsi oleh bayi balita stunting tetapi satu keluarga mengkonsumsi bantuan tersebut,” katanya.

Penyaluran makanan tambahan kepada 119 balita stunting tersebut tersebar pada 4 kecamatan, dan proses penyerahannya dilakukan langsung oleh Pj Bupati Tanimbar Piterson Rangkoratat yang disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Forkopimcam serta stakeholder lainnya. Diawali dari kecamatan Tanimbar Utara dengan jumlah bantuan 54 paket makanan tambahan pada 2 lokasi berbeda yaitu di Kota Larat dan Desa Keliobar.

About Author