PT KMS Bekasi Tipu Ratusan Calon Pencari Kerja: Polres Bekasi Kota Diminta Segera Bertindak

pt ksm bekasi

Kronologi Penipuan oleh PT KMS Bekasi

PT KMS Bekasi, yang mengaku sebagai konsultan rekrutmen, telah menipu ratusan calon pencari kerja dengan modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan besar. Perusahaan ini mengklaim bekerja sama dengan PT Astra untuk menerima karyawan baru. Beroperasi dari ruko-ruko di Gedung no. J18 Bekasi Town Square, Bekasi, perusahaan ini menarik perhatian banyak pencari kerja, namun hanya untuk menipu mereka.

Salah satu korban, NPR (22 tahun), dipanggil untuk tes psikotes pada Rabu, 22 Mei 2024. Dalam undangannya, PT KMS Bekasi mengatasnamakan PT Astra. Namun, sesampainya di lokasi, NPR dimintai uang sebesar 400 ribu rupiah sebagai biaya psikotes.

PT KMS Bekasi Menipu Ratusan Calon Pencari Kerja

“Awalnya saya melamar kerja secara online, lalu ada yang menghubungi saya lewat WhatsApp mengatasnamakan PT Astra dan meminta saya untuk tes,” ujar NPR. “Tapi sesampainya di sana, malah dimintai sejumlah uang. Saya tidak punya uang, jadi saya hanya memberi 50 ribu rupiah pun mereka mau,” ungkap NPR dengan kecewa.

Modus Operandi

Penipuan ini melibatkan penggunaan dokumen, kwitansi, dan surat menyurat yang sengaja disetting agar terlihat resmi dan meyakinkan korban. Modus ini telah menipu puluhan orang, dengan para pelaku meminta uang sebagai biaya pendaftaran dan medical check-up dari klinik yang mereka rekomendasikan.

Pada Jumat, 24 Mei 2024, tim Lensafakta mendatangi “kantor” PT KMS Bekasi untuk meminta klarifikasi. Reza, General Manager PT KMS Bekasi, mengakui bahwa aktivitas rekrutmen mereka telah berjalan selama 6 bulan dan bahwa perusahaan mereka tidak memiliki kerja sama resmi dengan perusahaan yang dicatut namanya. Meski demikian, mereka mengaku telah berkoordinasi dengan Disnaker Kota Bekasi.

Implikasi Hukum dan Seruan Tindakan

Aktivitas penipuan ini dapat disangkakan dengan pidana Pasal 378 KUHP tentang penipuan, yang menyatakan bahwa setiap orang yang dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, atau rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

Selain itu, Pasal 492 UU 1/2023 juga mengatur bahwa setiap orang yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau kedudukan palsu, menggunakan tipu muslihat atau rangkaian kata bohong, menggerakkan orang supaya menyerahkan suatu barang, memberi utang, membuat pengakuan utang, atau menghapus piutang, dipidana karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak kategori V.

Baca Juga sedang viral : Kepala Desa Cigadog ( Dedi Rudiana ) Bermasalah !! – Sorot Perkara

Seruan kepada Polres Bekasi Kota

Polres Bekasi Kota
Polres Bekasi Kota

Demi menghindari adanya korban tambahan, Polres Bekasi Kota diminta segera mengambil tindakan tegas terhadap komplotan penipu ini. Aktivitas ilegal mereka harus dihentikan agar tidak ada lagi pencari kerja yang tertipu dengan modus yang sama.

Narasi oleh: Rendy Rahmantha Yusri, Amd
Pemimpin Redaksi Lensafakta — Lensa Grup

About Author

Optimized by Optimole