Viral! Akibat Kelalaian Petugas RSUD Pagelaran, Seorang Ibu Hamil Mengalami Keguguran

IMG 20240227 202637

Sorotperkara-news.com.

Cianjur -Seorang pasien ibu hamil berinisial Ny. “X” warga Kampung. Rahayu RT.006/001. Desa. Sukajadi. Kecamatan Cibinong. Kabupaten Cianjur, terpaksa harus mengalami keguguran kandungan ditempat pendaftaran di RSUD Pagelaran, Selasa 27/02.2024.

“Padahal ia bersama suaminya, Nandan Suhendar , sengaja datang ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya. Sementara dokter dan bidan yang bertugas hari itu, seorangpun belum ada yang datang. Para pasien lainnya terus berdatangan untuk berobat sudah memenuhi ruang tunggu.

“Menurut keterangan suami korban, Ny. X awalnya ingin memeriksakan kandungan secara rutin. Namun entah apa penyebabnya, istri korban merasakan rasa sakit melilit-lilit di dalam perutnya, seperti ibu-ibu yang akan melahirkan.

Melihat istrinya merasakan kesakitan di dalam perutnya, Nandan terlihat panik harus berbuat apa. Sementara pihak RSUD Pagelaran belum ada seorangpun petugas medis, baik dokter maupun bidan belum ada yang datang. Akhirnya istri korban dibantu oleh warga pasien lainnya untuk di tidurkan di blankar.

“Namun rasa sakit di perut korban semakin menjadi-jadi. Akhirnya hal-hal yang tidak diinginkanpun terjadi. Bumil tersebut mengalami keguguran tanpa mendapatkan penanganan medis maupun pertolongan dari dokter jaga atau bidan saat itu.

Sekira pukul 11.30 WIB, dokter atau petugas yang biasa menangani bumil, baru muncul, dengan alasan baru selesai melakukan tindakan di luar rumah sakit. Padahal kejadian itu kerap terjadi setiap hari yang dilakukan dokter maupun petugas jaga hari itu, mereka sering datang siang hari.

“Nandang Suhendar kepada awak media menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja para petugas dan dokter RSUD Pagelaran. Mereka datang masuk kerja seenak udelnya saja. Jam 11.30 WIB baru pada darang.

”Saya sangat kecewa oleh sikap dan prilaku dokter dan petugas rumah sakit yang tidak mengindahkan jadwal jam kerja. Dan tidak patuh terhadap peraturan pemerintah. Akibat prilaku petugas, istri harus keguguran di rumah sakit tanpa mendapatkan pertolongan dan penanganan medis dari pihak rumah sakit,” kata Nandan Suhendar.

Sementara salah seorang keluarga pasien, Deden Tiro menyampaikan kekesalan dan kekecewaannya atas prilaku tidak terpuji yang diperlihatkan para dokter, perawat dan bidan yang bertugas di RSUD Pagelaran.

Menurut Permenkes No. 4 Tahun 2018 Tentang Kewajiban Rumah Sakit Dan Kewajiban Pasien Pasal 2 Yang berbunyi :

  • Setiap Rumah Sakit mempunyai kewajiban :
    1. memberikan informasi yang benar tentang pelayanan Rumah Sakit kepada masyarakat;
    2. memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit;
    3. memberikan pelayanan gawat darurat kepada pasien sesuai dengan kemampuan pelayanannya;
    4. berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan pada bencana, sesuai dengan kemampuan pelayanannya;
    5. menyediakan sarana dan pelayanan bagi masyarakat tidak mampu atau miskin;
    6. melaksanakan fungsi sosial;
    7. membuat, melaksanakan, dan menjaga standar mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit sebagai acuan dalam melayani pasien;
    8. menyelenggarakan rekam medis;
    9. menyediakan sarana dan prasarana umum yang layak meliputi sarana ibadah, parkir, ruang tunggu, sarana untuk orang cacat, wanita menyusui, anak-anak, lanjut usia;
    10. melaksanakan sistem rujukan;
    11. menolak keinginan pasien yang bertentangan dengan standar profesi dan etika serta peraturan perundang-undangan;
    12. memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai hak dan kewajiban pasien;
    13. menghormati dan melindungi hak pasien;
    14. melaksanakan etika Rumah Sakit;
    15. memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana;
    16. melaksanakan program pemerintah di bidang kesehatan baik secara regional maupun nasional;
    17. membuat daftar tenaga medis yang melakukan praktik kedokteran atau kedokteran gigi dan tenaga kesehatan lainnya;
    18. menyusun dan melaksanakan peraturan internal Rumah Sakit (hospital by laws);
    19. melindungi dan memberikan bantuan hukum bagi semua petugas Rumah Sakit dalam melaksanakan tugas; dan
    20. memberlakukan seluruh lingkungan rumah sakit sebagai kawasan tanpa rokok.
  • Selain kewajiban sebagaimana dimaksud, Rumah Sakit mempunyai kewajiban mengupayakan:
    1. keamanan dan pembatasan akses pada unit kerja tertentu yang memerlukan pengamanan khusus; dan
    2. keamanan Pasien, pengunjung, dan petugas di Rumah Sakit.

”Mereka seenaknya saja datang ke rumah sakit tanpa merasa bersalah. Padahal jadwal jam kerja para Aparatur Sipil Negara ASN termasuk dokter dan perawat telah termaktub dalam ( PERBUP ) peraturan bupati Cianjur,” katanya.

1666281541 63517045ba69d6.75551205

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pagelaran

Pada pasal 46 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dapat ditafsirkan bahwa rumah sakit dapat bertanggungjawab terhadap kelalaian tenaga kesehatan, Rumah Sakit dapat bertanggung jawab terhadap kerugian akibat dari kelalaian

“Deden berharap pihak terkait yang ada di pusat Kabupaten Cianjur, Bupati Cianjur, Inspektorat Daerah ( Irda ) Kabupaten Cianjur untuk segera melakukan tindakan hukum kepada oknum-oknum ASN yang kerap melanggar jam kerja. Setiap hari dokter dan perawat di RSUD Pagelaran selalu datang setelah siang hari atau sekira pukul 11.30 WIB,” terangnya.

Masyarakat yang selalu betobat ke RSUD Pagelaran, sangat menyayangkan atas sikap dan prilaku petugas rumah sakit yang seenaknya saja melanggar aturan pemerintah tanpa merasa bersalah atau minta maaf, terutama kepada keluarga bumil yang keguguran.

“Sementara dokter dan perawat yang bertugas pada hari itu belum bisa di konfirmasi dan selalu berkelit untuk diwawancara. Mereka menolak dikonfirmasi dengan alasan sibuk.

Pertim

About Author

Optimized by Optimole